Rabu, 03 Desember 2008

PENGERTIAN IKHLAS

IKHLAS ialah pengajakan perbuatan semata-mata mencari keridhaan Alloh dan memurnikan perbuatan dari segala bentuk kesenangan duniawi. Dengen demikian, perbutan seseorang benar-benar tidak dicampuri oleh keinginan yang bersifat sementara, seperti keinginan terhadap kemewahan, kedudukan, harta, popularitas, simpati orang lain, pemuasan hawa nafsu, dan penyakit lainnya. Berdasarkan pengertian ini, ikhlas adalah dampak positif dari tauhid yang sejati, yaitu tindakan mengesakan Alloh SWT dalam peribadatan dan pemohon pertolongan. Hal ini sesui dengan firman Alloh di dalam surat al-Fatihai,"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan." Oleh karena itu, riya--sebagai lawan ikhlas dianggap sebagai perbutan syirik, sebagaimana dikatakan Syaddad bin Aus r.a., "Pada masa Rasululloh saw, kami memandang bahwa riya merupakan syirik kecil." * Sulitnya Ikhlas* Membersihkan dan memurnikan perbuatan dari segala macam kesenangan duniawi bukanlah persoalan ringan seperti diduga banyak orang. Perbutan semacam itu memerlukan perjuangan sungguh-sungguh dengan mengalahkan sifat egois dan membabat habis segala kesenangan pribadi yang bersifat sementara. Selain itu, juga diperlukan pengawasan yang sangat ketat terhadap setiap lubang yang bisa dimasuki oleh setan. Setelah itu, seseorang harus berusaha keras menyucikan jiwa dari faktor-faktor yang mendatangkan riya, sifat gila jabatan, dan suka popularitas. Karena demikian sulitnya melakukan perbuatan dengan niat ikhlas, maka wajar jika ada seorang ulama, ketika ia ditanya tentang amalan yang paling berat dilaksanakan, menjawab bahwa amal perbuatan tersebut adalah ikhlas. Ulama lain berkata, "Membersihkan niat dari segala macam campuran itu lebih berat bagi juru dakwah dari pada mensucikan amal perbutan yang lain." Ulama lain berkata, "Suatu pekerjaan yang sulit dan berat dilakukan di dunia ini adalah ikglas. Sudah beberapa kali saya berusaha keras mematahkan riya dari dalam kalbu, namun ternyata ia tumbuh lagi dalam bentuk lain . "Bankan ada juga ulama yang tujuannya semata-mata mencari keridhaan Alloh SWT. Kadang-kadang Anda melihat seorang pejuang yang mengira ia berjuang membela Islam dengan semangat menyala-nyala dan niat yang lurus. Namun, jika Anda mengamati hakekat niatnya di dalam hati, maka Anda mendapatkan bahwa jihatnya itu bukan untuk membela agama Islam, melainkan semata-mata mencari keuntungan duniawi dengan mengenakan baju agama. Tegasnya, sebenarnya ia berjihat karena mengharapkan kemewahan di alam yang fana ini. Padahal, Alloh tidak akan menerima amalan yang timbul dari hati yang tidak tulus. Demikian pula, Alloh tidak akan menerima amalan perbuatan yang bukan karena mencari ridha-Nya. Amal perbuatan yang akan di terima-Nya adalah amal yang dilandasi keikhlasan. *Keutamaan Ikhlas* Sangat banyak ayat Al-Qur'an terutama yang turun dimekkah. yang memerintahkan manusia bersikap ikhlas. Sebab ikhlas itu sangat erat hubungannya dengan tauhid yang murni, akidah yang benar, dan tujuan yang jelas. Alloh berfirman kepada Rasul-Nya: "Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlag Alloh dengan memurnikan ketaatan kepadan-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Alloh-lah agama yang bersih (dari syirik)...." (az-Zumar: 2-3). "Katakanlah, "Hanya Alloh saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepa-Nya dalam (menjalankan) agamaku. Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia...,"(az-Zumar: 14-15) "Katakanlah, "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Alloh, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan denikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Alloh). "(al-An'am:162-163) DR. YUSUF QARDHAWI wassalam: Grand.Bangkit@gmail.com
Di Poskan oleh : M Sutrisno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar